0:01
Bangun-bangun, leher kartta merah
0:03
seperti dicengkeram. Malam ketiga
0:12
kayak ada karung beras jatuh. Tapi pas
0:15
dicek enggak ada apa-apa. Cuma ada bekas
0:19
tanah basah membentuk jejak kaki yang
0:21
jempolnya gak napak. Malam ketujuh
0:26
Tengah malam, pintu kamar karta kebuka
0:29
sendiri. Bau tanah kuburan plus kembang
0:33
setaman nyengat. Di depan pintu berdiri
0:36
sosok dibungkus kain kotor, diikat tali
0:39
ijuk dari kepala sampai kaki. Wajahnya
0:43
gak kelihatan, [musik] tapi dari balik
0:45
kain netes darah segar. Sosok itu lompat
0:50
sekali lompat 1 met bruk
0:55
mendekat ke ranjang karta. Karta lumpuh
0:58
gak bisa gerak, gak bisa teriak. Sosok
1:01
itu berhenti tepat di samping ranjang.
1:05
Lalu dari dalam kain terdengar suara
1:07
perempuan menahan tangis. Tapi berat dan
1:14
Besoknya Karta ditemukan warga. Matanya
1:18
melotot, mulutnya menganga, lidahnya
1:21
biru, [musik] di lehernya ada bekas