0:06
Haduh. Sat pambodo dari mana ini? Berani
0:09
mendorongku? Aku kasih kau waktu 3
0:11
detik. Pergi dari sini.
0:12
Hai Febrio. Dia ini lelakiku.
0:21
Kau bilang apa? Kau bilang satpam sampah
0:31
Ini cosplay kau tidak paham
0:37
suka satpam. Oke oke oke. Bagus bagus.
0:42
Besok ulang tahun nenekmu yang ke-70
0:44
tahun. Aku mau lihat apa kau juga bawa
0:52
Fika sebenarnya kau ini kenapa?
0:57
Keluargaku mendasak menikah. Pria tadi
0:59
itu ganggu aku terus. Keluarganya kaya
1:02
sekali. Nenek suka dia.
1:05
Bukannya kok dulu gadis tercantik di
1:07
kampus kok sekarang tidak ada yang mau
1:09
Sialan. Aku single atas keinginanku.
1:13
Kau besok terus pura-pura jadi pacarku.
1:17
Tidak cuma-cuma kok. 20 juta sehari.
1:22
Oke. Jadi apa perlu aku siapkan hadiah?
1:26
terserah kau. Antar aku pulang.
1:40
Halo, sekretaris Lunah.
1:45
Temanku besok neneknya ulang tahun.
1:48
Bantu aku siapkan hadiah ulang tahun.
1:53
standar yang biasa kakekku pakai. kau
1:55
siapkan seperti itu saja.
2:05
Nah, dulu lewat sini tidak berani masuk.
2:09
Dengar sekretaris Luna bilang, di sini
2:12
sepertinya juga bisnis keluargaku.
2:22
Pergi dari sini. Di sini bukan tempat
2:27
Apa maksudnya? Aku juga datang ke sini
2:31
Menghadiri pesta ulang tahun? Jangan
2:33
melawat. Seorang satpa masih mau
2:35
menumpang makan. Cepat pergi sana. Tuan
2:42
Well done. Kau seorang satpam
2:45
merendahan. Masih berani datang
2:46
menggangguku. Bisa-bisanya ikut sampai
2:49
Kenapa kalian di sini juga? Tuan Ruben
2:52
ini mitra grup Bastari. Tentu saja
2:54
diundang. Sebaliknya kau siapa yang
2:57
suruh kau mengikuti sampai ke sini?
2:59
Jangan-jangan kau mengira aku datang
3:00
untukmu, ya. Jadi bukankah? Tapi karena
3:04
aku mencampakkanmu, kau masih tidak bisa
3:06
melupakanku, kan? Tapi bahkan kalau kau
3:08
masih mau memohon aku kembali, kau juga
3:11
Lupakan saja, sayang. Dia ini cuma
3:14
satpam bodoh. Hah? Seumur hidup tidak
3:17
pernah pergi ke tempat kelas atas. Mana
3:19
bisa bedakan level tempat.
3:22
Well done. Aku jelaskan ya. Aku dan kau
3:25
sama sekali bukan orang satu dunia. Tuan
3:27
Ruben bisa bawa mengenal orang terkaya
3:29
di dunia. Tapi kau apa? Kau jangan
3:32
ganggu aku lagi. Kalau tidak aku
3:34
benar-benar bakal telepon polisi.
3:35
Cindy, kau ini jago sekali menambah
3:38
drama. Siapa bilang aku datang untukmu?
3:41
Aku juga datang menghadiri pesta ulang
3:44
Hah? Menghadiri pesta ulang tahun?
3:47
Memangnya kau punya undangan? Kau
3:49
satpamu rendahan apa pantas ikut hadir
3:52
Maaf buat kecewa ya. Dengan identitasku
3:56
tidak perlu surat undangan.
4:02
Heh Cindy. Kenapa aku merasa setelah kau
4:07
campakkan bocah ini dia jadi menggila?
4:13
aku tidak ada waktu bermain-main
4:15
denganmu. Keamanan serat ya keluar.
4:37
Aku mau lihat siapa yang berani
4:42
Renda besar, sat pam ini mau menyelintap
4:44
masuk ke pesta ulang tahun, aku akan
4:46
segera mengusirnya. Pesta ulang tahun
4:47
hari ini aku yang mengundangnya ke sini.
4:51
Hah? Dia dia ternyata teman nona.
4:57
Bu Vika, jangan salahkan aku tidak
4:59
mengingatkanmu. Dia Weldan ini cuma
5:01
sampah. Berteman dengannya tidak akan
5:05
ada akhir baik. Memangnya kau siapa?
5:08
Dengan siapa aku berteman? Apa kau
5:10
berhak mengatur? Kau apa? Dia sekarang
5:14
boleh masuk. Oh, tentu saja. Tentu saja
5:18
Ayo jalan Wan kita masuk.
5:27
Mantan suami sampahmu itu ternyata kenal
5:32
Ah, aku baru ingat mereka dulu teman
5:36
Teman sekelas kuliah?
5:39
Itu semua cuma urusan masa lalu.
5:43
Pasti ada yang aku tidak tahu.
5:49
kenapa kau ke sini pakai baju ini? Aku
5:52
kan sudah bilang hari ini pura-pura jadi
5:56
Eh, emm, kebiasaan pakai ini.
6:00
Ayo, cepat ganti baju.
6:08
Lumayan ganteng juga.
6:15
H, tentu saja. Sudahlah, kau ingat ya,
6:19
mulai sekarang kau ini keturunan
6:21
Konglomerat yang latar belakang
6:23
keluarganya super kaya. Paham tidak?
6:29
Bagus sekali. Langsung mendalami peran.
6:31
Ayo, aku bawa kau temuin nenekku.
6:42
Ayah, nenek ini. Perkenalkan dia
6:45
pacarku. Welden Safari.