🌕 ASAL USUL POCONG — Kisah Horor Nyata yang Mengerikan 🌕
Apa sebenarnya asal usul pocong…?
Benarkah arwah yang masih terikat kain kafan bisa kembali menghantui manusia…?
Di video Malam Purnama kali ini, kalian akan mendengar sebuah kisah horor misteri tentang teror pocong dari desa terpencil bernama Karang Iram.
Sebuah desa yang menyimpan rahasia kelam tentang kuburan tua, dendam arwah, dan suara lompatan yang menghantui warga setiap malam Jumat.
Cerita ini dibuat penuh suasana mencekam, dramatis, dan menegangkan untuk menemani malam kalian.
⚠️ Jangan menonton sendirian jika kalian penakut...
👻 Dalam cerita ini kalian akan menemukan: ✔ Misteri Kuburan Tali Putih
✔ Teror pocong malam Jumat
✔ Kisah arwah gentayangan
✔ Rahasia desa angker
✔ Cerita horor Indonesia paling menyeramkan
✔ Suasana mencekam dan penuh misteri
🔥 Jika kalian suka cerita horor seperti:
pocong
kuntilanak
tuyul
genderuwo
cerita mistis
kisah nyata horor
Show More Show Less View Video Transcript
0:01
Asalamualaikum warahmatullahi
0:03
wabarakatuh.
0:05
Selamat malam para penikmat cerita
0:08
horor.
0:10
Selamat datang di channel Malam Turna.
0:16
Malam ini saya akan
0:20
membawa kalian
0:23
ke sebuah kisah yang tidak pernah
0:25
diceritakan secara terbuka oleh warga
0:28
sebuah desa terpencil.
0:33
Konon katanya
0:37
setelah azan Isa berkumandang,
0:41
penduduk desa akan menutup pintu
0:45
rapat-rapat.
0:50
Tak ada yang berani keluar.
0:54
Tidak ada yang berani melewati area
0:57
pemakaman tua di ujung desa.
1:03
Karena
1:04
ada sesuatu yang melompat di antara
1:08
gelapnya pepohongan.
1:12
Sesuatu yang dibungkus oleh kain kapan.
1:17
Dan malam ini
1:20
kita akan membahas
1:23
asal sur pocong.
1:29
Tapi sebelum kisahnya dimulai,
1:33
jangan lupa untuk subscribe channel ini
1:36
Malam Pur
1:40
Baik, kita akan mulai bahas ceritanya.
1:50
Puluhan tahun yang lalu
1:54
terdapat sebuah desa yang bernama
1:58
Desa Karang Irang.
2:03
Desa kecil yang berada
2:06
di ujung
2:09
perkotaan,
2:14
dikelilingi hutan dan
2:17
pepohonan yang sangat lebat serta
2:22
dikelilingi oleh sawah yang begitu luas.
2:27
Di siang hari
2:30
desa itu terlihat damai.
2:34
Anak-anak bermain di jalan,
2:38
bermain di pesawahan.
2:43
Para petani bekerja di sawah dan suara
2:46
ayam berkokok terdengar hampir sepanjang
2:49
waktu.
2:51
Namun
2:53
ketika malam mulai tiba,
2:58
suasana desa berubah.
3:00
Udara menjadi dingin.
3:06
Angin terasa berat dan suara anjing
3:09
sering mengelonglong tanpa sebab. Warga
3:12
percaya
3:13
ada penghuni lain yang tinggal di desa
3:16
itu.
3:18
Bukan manusia.
3:26
Di ujung desa
3:28
terdapat sebuah pemakaman tua.
3:30
Kuburan-kuburan di sana sudah dipenuhi
3:33
lumut. Banyak batu nisan.
3:39
Pohon beringin besar berdiri tepat di
3:41
tengah area makam.
3:44
Akarnya menjalar ke mana-mana seperti
3:46
tangan hitam yang keluar dari tanah.
3:51
Orang-orang menyebut tempat itu kuburan
3:54
putih.
3:58
Konon
3:59
siapa saja yang datang
4:02
ke tempat itu sendirian di tengah malam
4:05
Jumat akan mendengar suara kain diseret
4:09
di tangan.
4:15
Dan jika suara itu semakin dekat, itu
4:18
berarti makhluk itu sedang mencari
4:20
seseorang.
4:24
Jadi
4:27
jika kau mendengar seperti itu, kita
4:30
pergi jauh-jauh saja. Di Desa Karang
4:33
Irang hiduplah seorang pemuda yang
4:37
bernama Jail.
4:41
Usianya sekitar 25 tahun. Tubuhnya
4:43
tinggi, kulitnya gelap karena sering
4:46
bekerja di sawah.
4:48
Jaya dikenal pemberani. Ia tidak pernah
4:53
cerita hantu. Menurutnya, semua cerita
4:56
tentang pocong hanyalah dongeng untuk
4:59
menakuti anak-anak kecil.
5:05
Mana ada mayat hidup bisa
5:07
lompat-lompat," katanya sambil tertawa.
5:10
Namun semua berubah pada malam ketika
5:14
hujan turun sangat.
5:17
Malam itu Jaya baru pulang dari sebuah
5:22
desa sebelah.
5:24
Ia mengendarai sepeda tua melewati jalan
5:28
pemakaman
5:30
yang dikelilingi
5:33
semak-semak mukar, hutan-hutan yang
5:35
sangat lembab.
5:37
Ditambah hujan gemerinci.
5:40
Langit gelap pun tidak sesekali
5:41
menyambung. Angin membuat pohonan bambu
5:44
bergoyang keras ke kanan dan ke kiri.
5:47
seolah-olah
5:49
sedang menerkam Hijaya ini.
5:54
Saat melintas di kuburan Tali Putih. Ban
5:57
sepeda Jaya tiba-tiba bocor.
6:01
Sial gumamnya, kata si Jaya.
6:05
Jaya turun dari sepeda. Ia mulai
6:08
berjalan sambil menuntun sepedanya. Saat
6:11
itulah ia mendengar suara
6:16
Jaya berhenti. Ia menoleh ke belakang.
6:20
Tidak ada siapa-siapa,
6:24
hanya jalan gelap dan makam tua. Ia
6:28
melanjutkan langkahnya. Namun suara itu
6:31
kembali terdengar.
6:36
Kali ini lebih dekat.
6:38
Jaya mulai merasa tidak nyaman. Bulu
6:42
kuduknya berdiri.
6:48
Dia mempercepat langkahnya, tapi
6:51
tiba-tiba
6:53
petir menyambar lagi.
6:58
Dan dalam
7:01
hitungan detik cahaya putih itu
7:05
muncul.
7:06
Jaya melihat sesuatu berdiri di antara
7:11
apa itu? Jaya terdiam sejak
7:16
kepalanya ngiring tubuhnya membungkuk
7:18
kain kapan tali pocong di bagian
7:21
kepalanya masih terikat mata jaya belak
7:25
napasnya
7:27
terasa berat terasa tersengak-sengak
7:30
seperti itu.
7:32
Tidak mungkin.
7:34
Dan saat petir menyambar, sosok itu
7:37
sudah berpindah lebih dekat.
7:41
Hujan semakin deras.
7:44
Jaya mulai panik. Ia mencoba mendorong
7:47
sepedanya lebih cepat. Namun suara itu
7:51
terus mencupi.
7:55
Bukan lagi suara kain. Tendengar suara
7:58
lompatan jaya memberanikan diri menoleh
8:01
dan darahnya seperti berhenti men. Sosok
8:06
makhluk itu melompat di belakang semakin
8:09
wajahnya pucat keburuan, matanya hitam
8:13
kosong, mulutnya terbuka perlahan. Air
8:15
hujan mengalir di knya.
8:20
Jaya berlari, sepedanya ditinggalkan.
8:23
Ia berlari menembus hujan. Kakinya
8:26
terpeleset lumpur. Namun suara lompatan
8:29
itu masih terdengar dan semakin cepat
8:32
mengijak Jaya. Semakin dekat. Saat
8:35
hampir sampai rumah, Jaya mendengar
8:37
suara pintu tepat di belakang
8:39
telinganya. Bukan
8:43
Jaya menceri keras.
8:46
Ia masuk rumah.
8:51
dan langsung menutup pintu. Tubuhnya
8:53
gemetar hebat. Malam itu
8:57
jaya demam tinggi.
9:00
Dan sejak malam itu hidupnya tidak
9:02
pernah
9:03
sama lagi, tidak pernah
9:07
merasakan kenyamanan.
9:10
Diteror terus, diganggu terus.
9:13
Hari demi hari berlalu, namun Jaya mulai
9:17
mengalami kegiatan. Setiap malam ia
9:19
mendengar suara lompatan di setiap
9:21
rumah.
9:24
Ibunya mengira itu hanya kucing, tapi
9:26
Jaya tahu itu bukan binatang. Karena
9:29
setiap suara itu muncul, selalu disertai
9:34
bau tanah.
9:38
Suatu malam,
9:42
Jaya terbangun karena merasa ada yang
9:44
berdiri di dekat jendelanya. Perlahan ia
9:47
membuka mata dan di balik jendela
9:50
terlihat wajah pucat dengan mata kosong
9:52
menaturus kepadanya. Malam itu berdiri
9:55
diam. Kain kapannya basah, mulutnya
9:58
bergerak pelan.
10:03
Jaya berteriak histeris. Warga desa
10:05
datang membantu. Namun ketika mereka
10:07
membuka jendela makhluk itu sudah
10:09
hilang.
10:11
Dan yang tersisa hanyalah jejak tanah
10:14
basah.
10:16
Keesokan harinya Jaya mendatangi
10:18
seseorang tertua di desa yang bernama
10:22
Wirto.
10:25
Mbah Wirto adalah seorang tertua di
10:28
Karang Irang. Rambutnya putih, seluruh
10:31
matanya tajam. Ia mendengarkan cerita
10:33
jaya dengan setelah lama diam.
10:38
Mbah Wirto ini berkata pelan, "Kau sudah
10:41
membangunkannya."
10:43
Jaya bingung, Mbah,
10:46
kalau menceritakan rahasia kelam di desa
10:48
itu.
10:50
Puluhan tahun lalu, ada seorang
10:53
laki-laki bernama Karta. Ya, dikenal
10:56
tamat dan kejam. Karta sering mengambil
10:58
tanah milik warga. Bahkan ia tega
11:01
membunuh orang demi harta.
11:06
Suatu malam, kata ditemukan tak bernyawa
11:10
secara misterius
11:12
di tengah hutan.
11:15
Tubuhnya penuh luka, matanya melotot.
11:19
Warga segera menguburkannya. Namun saat
11:23
proses pemakaman terjadi sesuatu yang
11:26
aneh.
11:28
Tali di bagian kepalanya tiba-tiba
11:31
terlepas sendiri. Pas warga ketakutan,
11:33
namun pemakaman tetap dilanjutkan.
11:38
Malam harinya
11:40
terdengar suara ketukan dari dalam
11:44
kuburan itu.
11:47
Sejak saat itu sering muncul sosok
11:51
pocong di area pemakaman. Dan merut
11:53
cerita Rohkarta tidak pernah tenang. Ia
11:56
merasa
11:59
dan mencari seseorang untuk melepaskan
12:03
tali itu.
12:09
Mbah Wirto memperingatkan Jaya, jangan
12:12
keluar rumah malam Jumat Keliwon. Nanti
12:14
dia akan datang mencarimu. Namun Jaya
12:17
tidak pernah mendengarkan. Ia merasa
12:20
semua itu hanyalah su.
12:23
Malam Jumat keliruan pun tiba. Langit
12:26
benar-benar gelap. Tidak ada suara
12:29
jangkrik, tidak ada angin. Suasana di
12:31
terasa mati.
12:33
Sekitar tengah malam, Jaya mendengarkan
12:36
suara dari belatang rumah. Duk duk duk
12:39
ia mengintip dari celah jendela.
12:44
Dan di sana berdirilah sosok itu. Dia
12:47
menatap rumahnya lalu perlahan kepalanya
12:50
bergerak.
12:52
patah ke sampingnya suatu
12:55
bergerak dan mencari
13:00
jaya untuk berusaha melepaskan tali
13:04
pocong itu. Tiba-tiba pintu rumah
13:07
bergetar keras.
13:10
Ibunya menjerit, adiknya menangis. Suara
13:14
lompatan kini terdengar di dalam rumah.
13:18
Padahal pintu rumah terkunci.
13:23
Jaya memberanikan diri
13:26
untuk mengambil senter dan membuka pintu
13:28
itu. Ia berjalan menuju dapur dan ketika
13:32
cahaya senter mengarah ke sudut ruangan,
13:35
sosok itu berdiri di
13:38
matanya hitam kosong, wajahnya
13:40
penutupan. Dan perlahan makhluk itu
13:44
mengangkat kepalanya. Oh.
13:51
Keesokan paginya,
13:54
Jaya
13:55
dan beberapa warga mendatangi ke makaman
13:59
untuk menuju makamnya Karten.
14:03
Namun saat tiba semua orang terdiam.
14:07
Kuburan itu terbuka tanahnya berantakan
14:10
dan kikapan itu keluar dari dalam liang
14:12
lama.
14:13
Bau busuk menyengat menyebar ke seluruh
14:17
tempat area itu.
14:21
Namun pada akhirnya setelah semuanya
14:24
dibereskan, semuanya dirapihkan kembali
14:31
oleh ulama dan ustaz setempat, akhirnya
14:36
makam
14:38
yang tadinya berantakan itu, makamta ini
14:44
bisa di
14:48
pulihkan kembali
14:51
dan kehidupan jaya pun kembali seperti
14:55
biasa.
14:57
Nah, itulah
15:00
asal-usul
15:02
terjadinya pocong
15:05
disebabkan oleh sesuatu yang
15:09
semasa hidupnya serakah.
15:14
Maka di dalam cerita ini kita ambil
15:18
hikmahnya. Perbanyaklah kita beribadah,
15:21
perbanyaklah kita berbagi rezeki,
15:25
perbanyaklah kita beramal dan sedap.
15:29
Terima kasih untuk teman-teman yang
15:31
sudah mendengarkan cerita ini. Jangan
15:35
lupa untuk di-subscribe jika kalian
15:38
menyuka ini. Tunggu
15:41
untuk cerita-cerita selanjutnya hanya di
15:45
Purnama Mala.
15:47
Asalamualaikum warahmatullahi
15:49
wabarakatuh.
#Arts & Entertainment

