TUHAN MEMBERIKU 1 KESEMPATAN HIDUP KEMBALI UNTUK MEMBALAS KEJAMNYA KELUARGA KU | DRAMA CHINA PART 2
Oct 11, 2025
drama China & Korea
TUHAN MEMBERIKU SATU KESEMPATAN HIDUP KEMBALI UNTUK MEMBALAS KEJAMNYA KELUARGAKU
#drama #dramachina #dramakorea #dramaromantis
Show More Show Less View Video Transcript
0:03
Papa,
0:05
kau berani memukul papaku?
0:09
Hei, anakku.
0:11
Berani melawan? Berani melawan? Kau anak
0:14
durhaka berani memukulku.
0:15
Rio, kenapa kau bisa memukul papamu?
0:19
Waktu dia memukulku, kok kau diam saja?
0:22
Ayah mendidik anaknya. Bukankah itu hal
0:24
yang wajar? Hal ini sejak awal memang
0:27
salahmu.
0:29
Salahku?
0:31
Oh, jadi beli villa ini kalau tulis nama
0:34
Rian itu benar. Kalau tulis namaku jadi
0:37
salah.
0:37
Ini kan memang rumah yang paman belikan
0:39
untuk Kak Rian. Kau ini ngapain, Iri?
0:41
Kalau kau hebat, cari uang sendiri.
0:44
Heh,
0:45
itu benar. Dengar tidak? Kalau memang
0:49
hebat, cari uang sendiri.
0:53
Rio, kalau kau begini terus, aku tidak
0:55
akan pernah bisa memanggilmu, Kakak
0:57
lagi. Jangan. Aku mohon jangan pernah
0:59
panggil begitu. Aku tidak mau dengar
1:02
seekor anjing panggil aku, Kakak. Kau
1:06
dasar anak Durakau. Apa yang kau lakukan
1:08
hari ini benar-benar mengecewakanku.
1:12
Aku mau memutuskan.
1:14
Memutuskan hubungan ayah dan anakku.
1:19
Memutuskan hubungan.
1:22
Iya. Oh, cepat minta maaf pada papamu.
1:25
Kali ini dia benar-benar serius.
1:29
[Musik]
1:37
Oke, bagus.
1:42
[Musik]
1:48
Surat pemutusan hubungan sudah aku
1:51
siapkan.
1:52
Kalian hanya perlu menandatangan, oh aku
1:57
dan juga kembalikan
2:00
semua hal yang kalian dapatkan dariku.
2:03
Tidak ada satuun yang boleh kurang. Kau
2:09
kau benar-benar mau memutuskan hubungan
2:11
dengan kami.
2:14
Bukannya kau yang bilang duluan aku
2:16
kalau sekarang juga putus hubungan
2:17
dengannya. Bagaimana aku bisa hidup di
2:20
kehidupan orang kaya ini?
2:22
Rio, kau itu ngomong apa sih? Kau itu
2:25
darah daging papa dan mama. Gimana kamu
2:28
bisa bicara begitu kejap?
2:32
Papa, Mama,
2:34
waktu aku mengemis makanan di jalanan,
2:36
aku sendirian.
2:39
Aku tidur di bawah jembatan, tidur
2:40
gelandangan. Aku sendirian. Aku sakit
2:43
saat hampir mati masih sendirian.
2:46
Di mana kalian saat itu? Hah? Mana yang
2:49
katanya papa mama?
2:52
Rio kau sedang menyalahkan mama kah?
2:56
Kami juga tidak mau. Kau sampai hilang.
2:59
Ayo kami pergi.
3:00
Sudahlah.
3:02
Aku tidak mau dengar kalian bicara lagi
3:04
sedikit pun.
3:06
Sekarang
3:08
segera pergi dari
3:11
rumahku.
3:12
Kau
3:16
eh eh eh. Istriku Mama. Istriku, mama
3:20
anak durhaka. Lihat kau buat mamamu
3:22
semara apa? Bukannya cepat bawa masuk ke
3:24
kamar, Rio. Kalau sampai terjadi sesuatu
3:27
pada mama, apa kau sanggup bertanggung
3:28
jawab? Di kehidupan sebelumnya, dia
3:30
selalu menggunakan trik ini.
3:32
Istiku,
3:32
termasuk saat memaksaku melakukan
3:34
pencocokan hati.
3:38
Kau tidak berhati Nurani. Kenapa masih
3:39
diam saja?
3:42
Oke,
3:46
kalian tunggu.
3:50
[Musik]
3:55
Ayah, Ryoko hari ini seperti orangnya
3:57
berbeda ya. Apa dia benar-benar mau
4:00
memutuskan hubungan dengan kita? Hm. Dia
4:02
berani. Dia hari ini paling salah minum
4:06
obat lihat ibunya pingsan. Bukannya dia
4:08
masih tetap patuh? H benar juga. Rumah
4:12
ini berani ditulis atas namanya sendiri.
4:14
Aku harus buat dia belikan aku yang
4:16
lebih besar. Superc juga.
4:23
Heh, kau,
4:26
kau, kau mau apa?
4:31
[Musik]
4:35
Woi.
4:37
[Musik]
4:40
Eh, Rio, kau ngapain? Lihat.
4:43
Bukankah sudah sembuh,
4:47
Rio, kau benar-benar keterlaluan hari
4:49
ini. Meskipun kau bertutut dan memohon
4:51
kepada kami, kami tidak akan
4:52
memaafkanmu.
4:54
Aduh, baguslah kalau begitu. Em, begini,
4:58
aku pergi nikmati vila baruku dulu.
5:00
Kalian silakan sesuka hati ke mana?
5:04
Eh, kau. A,
5:08
Kakak ipar, kau baik-baik saja.
5:12
Kok dia begini sih?
5:13
Ah, benar Kakak. Villa ini bukannya
5:16
kalian yang bayar. Kok dia bisa begitu
5:18
melawan?
5:19
Iya, kalau menurutku tanpa polisi saja.
5:22
Ah, janganjangan.
5:24
Lupakan saja jangan hubungi polisi.
5:26
Bagaimanapun masih satu keluarga. Dia
5:28
begitu paling cuma karena berebut kasih
5:30
sayang dengan Rian. Kakak pertama, kau
5:34
dan kakak ipar terlalu baik ini. Jadi,
5:37
kita sekarang tinggal di mana? E, ayo
5:40
aku bawa kalian menginap di hotel
5:41
bintang lima. Hotel bintang lima. Ayo,
5:44
ayo, ayo, ayo. Silakan silakan. Ayo,
5:46
ayo.
5:49
Wah, ini hotel bintang lima ya.
5:57
Katanya ini tempat tinggal kalangan
5:58
kelas atas.
6:01
[Musik]
6:04
Ayo, beri aku tiga suit presidensial.
6:09
Ah, Suet Presidensial berapa harganya
6:12
semalam? Halo, Suit Presidensial
6:14
harganya R juta per malam. Berapa?
6:17
Wah, kita di kampung halaman kerja
6:19
setahun pun tidak bisa dapat R juta. K
6:22
RW, kau memang hebat.
6:26
Itu cuma uang kecil, bukan apa-apa.
6:29
Tiga su presidential pesan seminggu
6:32
dulu.
6:32
Baiklah, Pak. Totalnya 2,1 miliar.
6:39
Ah.
6:42
Ah. Hah. Gesek kartu.
6:49
[Tepuk tangan]
6:54
Mohon maaf, Pak. Kartu Bapak ini
6:56
dibekukan. Mohon maaf, Pak. Kartu Bapak
6:59
ini dibekukan.
7:01
[Tepuk tangan]
7:03
Apa dibekukan?
7:07
Masa dibekukan kartuku ini limitnya 20
7:10
miliar.
7:13
Iya. Apa mungkin ada kesalahan? Memang
7:16
sudah dibekukan,
7:18
Kakak pertama.
7:20
Kau tidak ada uang lagi.
7:22
Aduh, kau ini bicara apa sih? Mungkin
7:25
beberapa hari ini pakai terlalu banyak.
7:27
Cuma 20 miliar. Begitu kebablasan habis
7:30
limit.
7:33
Tidak apa-apa. Ini gesek punya aku.
7:36
Kartuku ini limitnya juga 20 miliar.
7:48
Mohon maaf, kartumu juga sudah
7:50
dibekukan.
7:51
Apa ini,
7:55
Kakak Ipar? Apa kau juga tidak punya
7:58
uang?
7:59
Tidak mungkin. Kedua kartu ini diberikan
8:01
Rio pada kami. Biasanya bebas kess
8:05
yang melakukannya.
8:10
Aku coba telepon dulu. Tanyakan
8:12
penyebabnya.
8:14
[Musik]
8:32
Halo.
8:33
Iya.
8:34
Apa kau bekukan kartu kuda papamu?
8:37
Memang aku yang bekukan. Kenapa?
8:39
Kenapa? Cepat segera pulihkan. Kami mau
8:43
pesan hotel untuk kerabat. Tidak ada
8:45
uang lagi di kartu ini.
8:48
Bang, sudah tutup. Dan kalaupun kartunya
8:51
dibekukan,
8:52
seharusnya kalian masih ada uang tunai.
8:55
Tidak mungkin
8:57
sampai tidak sanggup pesan hotel kan.
8:59
Uang sedikit itu pakai satu suit
9:00
presiden saja tidak cukup.
9:05
Io
9:06
ini kerabat kita datang. Tidak mungkin
9:08
biarkan mereka tinggal di hotel biasa.
9:10
Kami begini juga demi harga dirimu.
9:18
Dibandingkan dengan harga diri. Aku
9:20
masih merasa
9:22
uang lebih penting.
9:23
Kalau tidak ada yang lain,
9:24
aku tutup dulu ya.
9:26
Halo.
9:28
Halo.
9:34
Kartu kredit Villa
9:37
sudah ditarik kembali.
9:40
Posisi Erwin di eksekutif perusahaan
9:44
juga waktunya untuk ditarik.
9:52
Halo, Pak Direktur. Ada perintah apa?
9:55
Besok adakan pertemuan untuk para
9:56
petinggi perusahaan.
9:57
Aku mau mengeluarkan Erwin dari tugasnya
10:00
sebagai eksekutif perusahaan.
10:05
Suruh HR beritahu Erwin.
10:08
Harus ada di sana besok.
10:12
Baik.
10:13
[Musik]
10:18
Di kehidupan sebelumnya, demi yang
10:19
katanya kasih sayang keluarga ini di
10:21
perusahaan memberikan posisi palsu
10:23
eksekutif perusahaan untuk si Erwin ini.
10:26
Tidak disangka
10:28
dia selalu mengaku dirinya itu CEO
10:30
membuat kerugian yang tidak sedikit bagi
10:33
perusahaan di kehidupan ini.
10:40
Aku pasti tidak akan beri dia kesempatan
10:42
sedikit pun. Apa
10:49
yang sedang terjadi? Apa kartu ini Rio
10:52
yang bekukan?
10:53
Memang dia
10:55
anak duraka ini mau memberontak untuk
10:58
menarik perhatian kita
11:03
hari ini. Kenapa dia aneh sekali? Dia
11:06
seharusnya tidak begini.
11:09
Dia apa dia benar-benar mau memutuskan
11:11
hubungan dengan kita? Apa dia berani?
11:15
Dia punya apa yang diinginkan sekarang.
11:18
Cuma tidak punya orang tua, tidak ada
11:20
kerabat. Tapi ini tidak peduli berapa
11:23
banyak uang yang dihabiskan tidak akan
11:24
bisa dibeli.
11:25
Betul, betul, betul, betul. Dia juga
11:27
pernah bilang dia akan menggunakan semua
11:29
hartanya sebagai ganti kedamaian dan
11:31
kebahagiaan kita.
11:33
Dan itu memang sudah takdir.
11:36
Jangan khawatir. Barusan HR mengabariku.
11:39
Besok perusahaan ada pertemuan untuk
11:41
keputusan penting dan aku harus hadir.
11:45
Apa jangan-jangan?
11:47
Tentu saja aku dipromosikan menjadi CEO.
11:50
Walaupun HR tidak bilang secara
11:52
spesifik, tapi aku bisa mengerti
11:54
maksudnya.
11:57
Hal ini Rio tidak pernah menyetujuimu.
12:00
Ternyata berencana memberikan kejutan
12:02
untukmu.
12:04
Aku jadi CEO Kan untuk membantunya
12:07
mengurus perusahaan.
12:10
Hari ini dia di depan para kerabat
12:12
begitu tidak menjaga harga diriku. Besok
12:15
aku akan berikan dia pelajaran di
12:17
hadapan para karyawan.
12:20
Ah, aduh. Tidur di kasur ini pinggang
12:24
jadi sakit sekali. Kasurnya terlalu
12:26
keras.
12:28
Eh, semuanya sudah bangun ya,
12:31
Kakak pertama. Bu, bukan ya kau bilang
12:34
mau ajak kami tinggal di presidensial
12:37
suite, kok malah bawa kami ke kos-kosan
12:38
anak muda.
12:42
Kita sesama kerabat kan sudah terlalu
12:44
lama tidak bertemu. Mau lebih dekat
12:46
dengan kalian?
12:48
E iya ya iya iya
12:51
kalau dibilang begitu. Tapi ini terlalu
12:53
jelek.
12:55
Iya
12:55
dan malam hari ada suara tikus menggigit
12:58
sesuatu.
12:59
Kita tidak tidur di sini kan malam ini?
13:03
Tenang saja, kalau kalian tidak terbiasa
13:05
malam ini kita ganti tempat saja. Hotel
13:08
bintang lima villa kalian bebas pilih.
13:13
Benarkah?
13:15
Tapi si Rio itu Ah, jangan khawatir.
13:19
Kemarin aku yang terlalu memanjakannya.
13:22
Hari ini kalau dia masih seperti
13:23
kemarin, aku pasti akan memberinya
13:25
pelajaran.
13:26
Oke, nanti kalau kakak pertama tidak
13:28
tega melakukannya, biar aku paman
13:30
keduanya saja yang nanti mewakilimu
13:32
memberinya pelajaran.
13:34
Tenang saja. Kalau begitu semuanya
13:36
beres-beres saja. Ikut denganku. Hari
13:38
ini aku ajak kalian pergi ke grup Hino
13:40
untuk berkeliling.
13:42
Serius,
13:43
Paman? Janjimu padaku sebelumnya
13:47
mau berikan aku kerjaan itu.
13:50
Jangan khawatir. Hari ini aku akan
13:53
siapkan pekerjaan untuk kau dan Rian.
13:57
Oke.
13:59
Oke.
13:59
Iya. I. Ayo. Ayo. Cepat cepat. Ayo, ayo,
14:02
ayo.
14:06
[Musik]
14:11
[Musik]
14:17
Ketua Direktur, pertemuan yang kau
14:18
bilang kemarin sudah siap. Mereka semua
14:20
menunggumu di ruang rapat.
14:22
[Musik]
14:27
Ayo.
14:29
Selamat pagi, Pak Ketua.
14:32
Pak Ketua, aku lihat akhir-akhir ini
14:34
Bapak kurang fit. Aku sudah menyiapkan
14:35
gengsel liar di buat sup untuk Bapak.
14:37
Diminum dulu baru rapat. Oke.
14:44
Enak, enak, enak, enak.
14:45
Kingseng ini besar banget. Pasti sangat
14:48
bagus.
14:50
Kak Erwin, sarapan ini bisa-bisa habis
14:53
puluhan juta.
14:55
Makan perlahan ya. Kalau tidak cukup,
14:57
aku minta orang buatkan lagi.
15:01
Siapa yang suruh kalian minum? Kalian
15:04
tahu ini dibuat untuk siapa?
15:08
Bukankah cuma sarapan? Lihat kau itu
15:11
pelitnya.
15:13
Rio, tunggu kerabatmu selesai minum, kau
15:15
minum sisanya saja.
15:18
Yang benar-benar tidak tahu malu begini.
15:20
Baru pertama kali aku lihat.
15:23
Apa kau tahu ginseng liar ini berapa
15:25
harganya?
15:28
Rio, kau kira kau itu ngomong sama
15:30
siapa? Hah? Aku beritahu kau. Aku sudah
15:31
lama menahan diri. Kami sekarang makan,
15:34
minum, dan tinggal semuanya dari ayahmu.
15:36
Kenapa kau di sini malah terus mengoceh?
15:37
Terus apa kau tahu?
15:40
Makan, minum, dan tempat tinggal dia
15:43
siapa yang tanggung?
15:45
Sudahlah, masih begitu tidak tahu
15:47
aturan. Rio, yang kau mau lakukan, aku
15:51
sudah tahu semuanya. Tapi sekarang kau
15:53
bertindak, memberontak begini. Aku
15:56
beritahu kau. Aku sangat tidak suka.
16:00
Lupakan saja. Sana kau pergi rapat.
16:02
Sekalian siapkan pekerjaan untuk
16:04
Riandia.
16:08
Ah, urusan utamanya ya. E, kalian semua
16:11
ayo ikut aku.
16:12
Eh, Kakak pertama, apa kami boleh pergi
16:14
ke ruang rapatmu lihat-lihat? Pertemuan
16:16
selevel ini kami belum pernah melihat.
16:19
Aduh, ini tidak boleh. Aku dengar
16:21
perusahaan besar seperti ini
16:22
peraturannya sangat ketat.
16:25
Ini bukan apa-apa kok. Aturan kan mati.
16:28
Manusia itu hidup. Semua ikut aku.
16:32
Berhenti.
16:36
Perusahaan melarang keras membawa orang
16:39
luar masuk.
16:41
Pelanggar
16:43
langsung dipecat.
16:47
Apa hakmu membawa mereka berkeliling di
16:50
sini? Hah? Kakak pertama, perusahaan
16:53
benar-benar ada aturan seperti itu. Ya,
16:55
Rio? Kau ini kenapa cari masalah lagi?
16:58
Mereka semua itu kerabat sendiri, bukan
17:00
orang luar. Benar. Lagi pula kami
17:04
sebentar lagi akan kerja di sini juga.
17:06
Aku lihat kau itu iri pada aku dan
17:07
kalian. Pagi-pagi datang ke sini
17:09
menghentikan kami.
17:11
Sudahlah.
17:13
Dia bilang apa tidak penting. Rio,
17:16
pertemuan hari ini kau tidak perlu ikut.
17:19
Hah? Semuanya.
17:21
Biar aku yang memutuskan.
17:33
Erwin Ruslandi. Berhubung kau sangat
17:36
ingin orang lain melihat kau dipecah.
17:38
Kalau begitu
17:40
aku penuhi keinginanmu.
17:46
Kakak, kau kan CEO perusahaan. Kau masuk
17:49
nanti apa mereka semua akan berdiri
17:51
untuk menyambutmu seperti yang dimainkan
17:53
di drama.
17:55
Nanti kalau kau masuk kau akan tahu.
17:58
Uhu.
18:08
[Musik]
18:15
Aneh. Orang-orang ini biasanya melihatku
18:18
semuanya hormat. Kakak pertama ini
18:22
sepertinya tidak sama dengan yang
18:23
dimainkan di drama TV.
18:26
Aduh, itu kan namanya drama.
18:41
[Musik]
18:50
Rio kok dia juga ikut ke sini?
18:53
Anak durhaka ini bukannya sudah disuruh
18:55
jangan ke sini?
18:57
Lagi pula sudah di sini. Biarkan dia
19:01
juga belajar baik-baik. Sepertinya para
19:03
eksekutif ini baru berdiri setelah lihat
19:05
dia. Kok malah dia yang kaya CEO?
19:08
Kau masih tidak paham, ya?
19:10
Ini pasti karena biasanya paman lebih
19:12
low profile. Sebaliknya, Riau ini karena
19:14
dia adalah putra Paman sering pura-pura
19:16
bergosa di perusahaan, jadi semua takut
19:18
padanya.
19:19
Hm. Ternyata begitu, Kakak pertama. Kamu
19:22
harus mendidiknya dengan baik kali ini.
19:24
Biasanya di rumah sudah begitu
19:25
memberontak. Ini kan perusahaanmu.
19:30
Jangan khawatir semuanya. Aku hari ini
19:33
juga tidak berencana membantunya.
19:36
[Musik]
19:44
Eh, Kakak pertama kok tidak duduk di
19:46
kursi utama. Sebaliknya malah si Rio itu
19:49
kok malah duduk di kursi utama. Heh,
19:53
suamiku Erwin ini tidak peduli hal ini.
19:56
Posisi duduk bebas saja.
19:59
Oh,
20:00
si Rio ini terlalu kurang ajar. Hanya
20:02
paman saja yang terus mengalah.
20:05
Baiklah,
20:06
agenda hari ini sederhana. Ketua HR,
20:10
bacakan pemberitahuan. Baik.
20:15
Seluruh karyawan, setelah diputuskan
20:17
oleh direksi anggota eksekutif Erwin
20:19
Ruslandi, ada perubahan jabatan sebagai
20:21
berikut.
20:21
Sudahlah,
20:21
tidak perlu diteruskan.
20:23
Ternyata benar mau mempromosikanku jadi
20:26
CEO. Tapi kau melakukan begitu banyak
20:29
hal yang membuatku marah. Posisi CEO ini
20:31
harus kau yang memohon aku untuk
20:33
menerimanya. Aku tahu cuma mau
20:35
mempromosikan aku jadi CEO, kan? Hm.
20:39
Sejujurnya aku punya kemampuan untuk
20:41
mengelola perusahaan ini dengan baik.
20:43
Tapi pekerjaan ini sekarang buat aku
20:45
terlalu sulit.
20:48
Jadi aku mau pertimbangkan dulu. Jadi
20:53
aku mau mempertimbangkan dulu.
20:58
menjadikanmu CEO. Kau masih mau
21:00
pertimbangkan itu benar.
21:04
Kalau begitu aku mau dengar apa yang kau
21:06
pertimbangkan,
21:09
Rio.
21:11
Meskipun semua orang tahu aku ayahmu,
21:14
gen-gen hebat ini dalam dirimu ini
21:16
semuanya diwariskan dariku. Tapi aku
21:19
juga harus memberitahumu, tidak ada
21:21
hubungan darah di dunia kerja. Banyak
21:23
hal. Seharusnya gimana? Ya, memang harus
21:26
begitu.
21:28
Jadi seharusnya bagaimana? Hm. Baik.
21:34
Kalau begitu biarkan aku hari ini
21:36
sebagai seorang ayah memberimu pelajaran
21:39
baik-baik. Meskipun aku ayahmu, tapi aku
21:43
bisa sampai sejauh ini semua berkat
21:45
kemampuanku sendiri.
21:48
Bahkan jika tidak di grup Hino keluar
21:51
dan menjadi CEO di perusahaan lain itu
21:54
juga mudah bagiku.
21:58
Jadi, jadi itu grup Hino yang harus
22:02
memohon padaku untuk tetap di sini.
22:04
Mengenai gaji,
22:07
aku mau dua kali lipat dari sebelumnya.
22:14
Mertawakan apa kalian? Mertawakan apa?
22:18
Hah?
22:21
Bukan apa-apa.
22:23
Ada lagi.
22:25
Karena aku ini CEO grup Hino, maka
22:28
bertanggung jawab merekrut talenta untuk
22:30
Hino. Aku berencana merekrut dua orang
22:34
mahasiswa lulusan terbaik, Rian dan Jia.
22:40
[Musik]
22:42
Paman,
22:43
Ayah. Mereka berdua orangnya. Ah.
22:47
HR tolong dicatat
22:50
tidak perlu magang langsung jadi
22:52
karyawan tetap gajinya
22:55
R juta dulu sebulan
22:58
R juta terima kasih, Paman.
23:01
Eh, kenapa kau diam saja? Hah? Catatlah.
23:07
Kalau aku tidak salah, mereka berdua
23:10
satunya lulusan Politeknik, satu lagi
23:11
lulusan SMK. Yang terbaik ini terbaik di
23:16
bidang apa,
23:17
Rio? Apa maksud ucapanmu? Hah?
23:21
Maksudku kualifikasi pendidikan yang
23:24
seperti itu di perusahaan kami juga ada.
23:25
Tapi kalian berdua masuk ke grup Hind
23:28
untuk membersihkan toilet pun aku tidak
23:29
akan terima. Masih berani minta gaji
23:32
bulanan R juta? H

