kisah nyata,meninggal saat melahirkan dan hantu sang ibu pun bergentanyangan
Show More Show Less View Video Transcript
0:01
Ah!
0:14
[Musik]
0:27
Kisah ini terjadi 7 tahun silam.
0:32
Saya mempunyai seorang sahabat dekat
0:34
yang mempunyai seorang adik perempuan
0:36
berusia 15 tahunan.
0:39
Saat itu ibunya sedang mengandung di
0:42
usia yang sudah waktunya untuk
0:44
melahirkan.
0:46
Pada waktu itu hari Rabu
0:50
kita pulang dari kerjaan naik angkot di
0:54
perjalanan.
0:56
Sahabat saya ini ditelepon oleh bibinya,
0:59
kakak pertama dari ibunya bahwa ibunya
1:03
sudah mau melahirkan di bidan.
1:07
Kami pun bergegas turun dari angkot.
1:11
Kemudian kami naik ojek
1:14
lumayan jauh ke rumah bidan tersebut.
1:19
Hingga kurang lebih 1 jam perjalanan,
1:22
kami pun baru sampai ke sana.
1:25
Sesampainya di sana sudah ramai senak
1:28
saudara dari sahabat ini dan Tang Haru
1:32
menyelimuti ruangan bersalin.
1:34
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
1:39
Ibundanya telah berpulang ke pangkuan
1:41
Allah Subhanahu wa taala.
1:44
Setelah itu ke mana bayinya?
1:48
Apa hidup atau meninggal juga? Pikirku.
1:52
Tak berapa lama saudara dari sahabatku
1:55
ini datang dengan membawa susu formula.
1:57
Ternyata adik dari sahabat saya ini
2:01
selamat dan sehat.
2:04
Dia berjenis kelamin laki-laki dan
2:06
memang itu yang diidamkan almarhum.
2:10
Namun sayangnya beliau meninggal saat
2:13
melahirkan.
2:15
Singkat cerita, akhirnya jenazah ibunya
2:18
dibawa pulang ke rumah karena hari sudah
2:22
semakin sore.
2:24
Setibanya di rumah,
2:26
dengan sabar saya beri masukan untuk
2:29
sahabat agar tetap tegar dan tegas,
2:34
tabah atas semua yang telah terjadi.
2:39
Selang beberapa waktu, jenazah sudah
2:42
rapi. Dimandikan, dikafankan, dan
2:45
disalatkan serta diberi wangi-wangian.
2:49
Waktu itu kami tidak ikut mengikuti
2:51
acara pemakaman.
2:53
Karena itu sudah jadi tradisi bahwa
2:56
hanya laki-laki
2:58
yang dapat menghadiri dan mengantarkan
3:01
jenazah.
3:05
Hari menjelang malam, keluarga sahabatku
3:07
mengadakan pengajian dan tahlilan. Dan
3:11
selesai sekitar jam 09.00 malam. Saya
3:14
sengaja menginap di rumah
3:17
untuk sekedar bantu-bantu dan menemani
3:20
teman saya yang sedang berduka. Malam
3:23
itu terasa mencekam.
3:26
Para tamu semua yang hadir di sana sudah
3:28
pada pulang. yang tinggal hanyalah
3:30
saudara-saudara dari sahabatku ini.
3:34
Tepat pukul 2340.
3:39
Aku ingat betul karena saat itu saya
3:42
sedang SMS saudara untuk izin menginap.
3:47
[Musik]
3:50
Para adik baru sahabat saya ini yang
3:53
siang tadi dilahirkan menangis tiada
3:56
henti.
3:58
Kami semua sudah bergantian menggendong
4:01
dan memberinya susu tapi tidak juga
4:04
mereda.
4:05
Maka dibuatlah ayunan oleh ayahnya.
4:08
Namun tetap tidak juga terhenti
4:10
menangis.
4:12
Ada apa ini? Apa dia ingin ASI atau ada
4:17
sebab lain pikirku ini.
4:20
Ketika itu dapur rumah sahabat saya
4:24
penuh dengan piring dan gelas kotor
4:26
bekas pengajian tadi. Tak ada satu pun
4:29
yang mencucinya. Mungkin karena
4:32
saudara-saudaranya terlalu lelah dan
4:34
sibuk.
4:36
Dan tiba-tiba
4:38
dari arah dapur terdengar suara piring
4:41
dan gelas seperti sedang dicuci.
4:43
Kami semua yang berada di ruangan tamu
4:46
keheranan dan merinding.
4:49
Suara apa ini? Siapa yang ada di dapur?
4:53
[Musik]
4:54
Karena enggak ada satuun yang ada di
4:56
dapur, Farhan pun bertambah kejar
5:00
nangisnya bertambah keras. Lalu
5:02
digendong ia oleh kakak dari ibunya.
5:06
Katanya ia pun punya firasat kalau ada
5:10
ibunya di dapur. Farhan bayi ini
5:14
menangis. Mungkin bisa jadi karena
5:16
ibunya ingin menggendongnya.
5:18
Suara itu masih terdengar. Si Dila, adik
5:21
perempuan sahabatku bilang, "Kakak, si
5:25
mama manggil-manggil. Adik Farhan
5:27
melulu. Kami semua kaget kan?
5:31
Parhal.
5:34
Parhal.
5:36
[Musik]
5:38
Kami sudah mendengar suara itu. Akhirnya
5:42
dilihatlah sama ayahnya ke dapur.
5:44
Astagfirullahalazim.
5:46
Teriaknya kaget sambil berlari. Sontak
5:48
kakak dari ibunya sahabat saya
5:50
menggendong par dari ayunan sembari
5:52
berkata, "Neng, sudah, Neng. Jangan
5:55
dicuci. Besok juga ada si Indah yang
5:59
menyuci. Kita pada capek, Neng. Jangan
6:01
kamu bikin takut-takutin orang di sini.
6:04
Sudah, Neng.
6:05
Tenang, di sana, si Farhan anakmu, biar
6:08
saya yang ngurusin. Suara itu bukannya
6:11
berhenti, malah makin menjadi akhirnya
6:14
kami yang ada di sana kaget dan terdiam.
6:19
Kakaknya pun kesal, "Udah lu kalau kagak
6:22
mau nurut, gue enggak bakalan ngurusin
6:25
anak lu. Biarin mau jadi apa juga gak
6:28
bakalan gue anggap sontak suara itu pun
6:31
terhati seketika.
6:33
Kita semua merasa lega suara itu telah
6:36
menghilang. Lalu dilihatnya dari dapur
6:39
kakak dari ibu sahabatku ini. Dan
6:42
subhanallah katanya sedap banget baunya
6:45
wangi semerbak. Cucian yang kotak
6:49
enggak percaya?
6:51
Kami semua melihat dengan mata telanjang
6:54
dan memang benar rapi, bersih dan
6:56
tercium wangi-wangian bunga.
6:59
Keesokan harinya, kami bertanya, "Apa
7:03
yang dilihat si ayah semalam?" Kata si
7:05
ayah, "Itu mama." Dia lagi nyuci piring
7:08
pakai baju putih terang, rambutnya
7:10
panjang, hitam, putih banget, bersih
7:12
mukanya.
7:14
Sejak saat itu ayahnya berjanji tidak
7:15
akan menikah lagi. Dan sampai saat ini
7:18
pun alhamdulillah sekarang Farhan sudah
7:20
besar. sudah sekolah dan dirawat oleh
7:22
kake.
7:24
Saksikan cerita misteri selanjutnya
7:27
hanya ada di WLM Sketsa.
7:32
Yeah.

