Drama Korea part 87/100 | di tolak 99 kali namun malah di kejar kejar wanita cantik
Sep 28, 2025
drama Korea dubbing indonesia
Show More Show Less View Video Transcript
0:01
[Musik]
0:05
Tidak bisa. Ini juga tidak bisa. Terlalu
0:08
biasa. Tidak layak untuknya.
0:11
Kalau yang ini,
0:16
kok aneh sekali.
0:21
Ah, kok rasanya tidak ada yang cocok
0:23
untuknya?
0:25
Hah? Aku harus bagaimana ini?
0:29
Hah?
0:32
Makan dulu baru kerjakan lagi. Kau lagi
0:35
apa,
0:37
[Musik]
0:38
Kamilu, aku berencana menyatakan
0:41
perasaan ke Reza. Kalau dia kali ini
0:44
tidak menerimaku,
0:46
ke depannya aku tidak akan terus
0:48
mengejarnya lagi. Menurutku waktunya
0:51
juga sudah pas.
0:53
Jadi sebenarnya aku ada satu hal yang
0:56
kusembunyikan darimu. Mudah-mudahan
0:58
setelah aku memberitahumu,
1:01
kau bisa memaafkanku.
1:04
Kami lu, apa yang terjadi? Kok kau
1:06
serius sekali? Duduk kat tangan katakan.
1:13
Sebelumnya aku pakai laptopmu memeriksa
1:16
data
1:18
aku kopi foto-foto Reza. Aku bermaksud
1:21
cuma mau lihat sendiri. Aku bersumpah
1:25
sama sekali tidak pakai macam-macam.
1:28
Tapi hari itu Selfie juga ada di sana.
1:32
Dia melihatnya. Dia bilang dia suka
1:35
sekali kreativitasmu.
1:37
Jadi dia juga berencana untuk membuat
1:40
ini untuk Reza. Maksudmu yang aku
1:42
kerjakan begadang bermalam-malam itu?
1:43
Iya. Ah, aku benar-benar khilaf waktu
1:46
itu. Aku benar-benar cemas.
1:50
Maafkan aku ya. Tahu tidak aku sudah
1:53
menghabiskan banyak usaha baru akhirnya
1:54
bisa dapat foto itu. Itu aku berencana
1:56
mau menyatakan perasaan pada Reza. Kok
1:58
bisa kau pakai? Kau itu sahabat
2:01
terbaikku. Kok bisa kau mengkhianatiku?
2:04
Sudah sepakat mau bersaing secara adil.
2:06
Kenapa kau bisa? Begitu aku kasih dia
2:08
lihat, aku langsung menyesal. Aku merasa
2:11
bersalah. Aku berpikir
2:14
kalau aku bisa lebih cepat mendapatkan
2:16
Reza, kau lebih cepat menyerah. tidak
2:19
perlu lagi membuang waktu untuknya.
2:22
Kamilu,
2:24
apa kau tahu kau bicara begini? Sama
2:26
saja menegakkan kebahagiaanmu di atas
2:29
rasa sakitku.
2:31
Aku suka Reza. Tidak mungkin aku
2:34
menyerah padanya.
2:36
Tapi aku bisa sakit hati padamu,
2:41
[Musik]
2:43
Tere. Aduh,
2:47
itu semua salahku. Kalau bukan karena
2:50
aku, masalah ini tidak akan sampai di
2:52
titik ini. Aduh.
2:58
Tapi tidak apa-apa,
3:03
Tere.
3:06
[Musik]
3:09
Tere,
3:13
Tere,
3:14
[Musik]
3:20
aku sudah cari di sekitar sini. Salah
3:22
saya tidak lihat dia. Barusan aku tanya
3:23
Milu, dia juga tidak ketemu. Iya. Apa
3:25
dia sudah menginap di hotel? Kita begini
3:28
juga bukan solusi. Iya, Deru benar. Dia
3:31
mungkin baik-baik saja. Sekarang sudah
3:32
pulang tidak ada masalah. Ini semua
3:34
mungkin kan? Bagaimana mungkin?
3:36
Dia seorang gadis tidak angkat telepon.
3:39
Kita sudah mencari ke semua tempat. Dia
3:41
bisa ke mana coba? Dia juga bukan orang
3:42
asli. Sini, Reza, jangan terlalu emosi
3:44
dulu. Mungkin dia memang baik-baik saja.
3:46
Iya, begini. Kau bangun dulu. Kita
3:49
hubungi polisi. Masalah ini pasti bisa
3:52
diselesaikan. Itu benar di lantai kotor
3:55
begitu. Lagi pula kau, kau sudah mencari
3:57
ke mana-mana ini.
3:58
Belum, belum cukup. Aku harus terus
4:01
mencari.
4:04
Hah?
4:08
Halo.
4:09
Apakah keluarga Tere sekarang segera ke
4:11
rumah sakit Wan? Kenapa katanya?
4:15
Bagaimana? Siapa yang telepon?
4:18
Ketemu.
4:21
Dia di rumah sakit, Tuan. Rumah sakit
4:24
ini? Ayo, ayo.
4:30
[Musik]
4:32
Kau anggota keluarganya. Iya, aku. Aku
4:35
beritahu
4:36
pasien mengalami kecelakaan mobil sedang
4:38
dalam keadaan kritis. Kalau tadi tidak
4:39
cepat diantar, sekarang bisa-bisa sudah.
4:42
Situasi sekarang juga belum begitu baik.
4:44
Biaya operasi saja. Selamatkan saja, Pak
4:45
Dokter. Tolong temukan cara untuk
4:47
menyelamatkannya. Aku punya uang. Kita
4:50
bisa menyembuhkannya. Oke, kau tenang
4:51
dulu. Aku mengerti. Kami pasti akan
4:54
melakukan yang terbaik.
4:55
Berikut adalah pemberitahuan penyakit
4:57
kritis. Silakan tanda tangan di sini.
5:02
Yang bisa bayar ikut aku. Kasirnya ada
5:04
di sini.
5:06
Begini, Bro. Kau jaga di sini. Kami yang
5:10
urus prosedur lain. Hah? Iya. Aku paling
5:13
jago mencari arah. Herman, kau di sini
5:16
temanin Reza. Ayo pergi. Oke.
5:19
[Musik]
5:41
Kenapa?
5:44
Kenapa aku begitu tidak berguna?
5:48
Kalau aku bisa lebih cepat temukan dia,
5:51
dia tidak akan kecelakaan begini.
5:56
Bro, jangan terlalu menyalahkan diri
5:58
sendiri. Ini bukan salahmu. Walaupun
6:01
nanti dokter keluar bilang apa, tapi
6:03
kita harus berpikir positif. Mungkin
6:06
sebentar lagi dia bisa perandan keluar
6:07
dari masa kritis dan membaik.
6:10
Herman
6:13
aku kalah.
6:16
Aku benar-benar kalah.
6:19
Aku menyukainya.
6:24
Aku mencintainya. Bro,
6:28
kau akhirnya keluar dari luka cintamu.
6:30
Aku tercerahkan.
6:33
Aku mencintainya
6:36
bahkan lebih cepat dari yang kud.
6:39
Bukan tertarik saja.
6:42
Aku sudah terjebak sepenuhnya pada dia.
6:46
[Musik]
6:52
Dia gadis yang begitu baik. Aku tidak
6:55
bisa tidak menerima e Reza.
6:58
Kau bisa berpikir begitu? Kami semua
7:00
sangat senang. Dia tersesat.
7:05
Aku pasti akan menemukannya.
7:07
Iya, Reza. Aku mendukungmu.
7:13
[Musik]
7:16
Selamatkan dia.
7:19
Harus bangun. Aku punya banyak hal yang
7:22
harus dikatakan padanya.
7:26
[Tepuk tangan]
7:29
[Musik]
7:34
Ini bukan salahku. Ini bukan salahku.
7:36
Bukan aku yang melakukannya. Bukan aku
7:38
yang melakukannya. Kalian jangan
7:40
salahkan aku. Jangan salahkan aku. Bukan
7:41
aku yang melakukannya.
7:42
Kenapa? Kenapa kau gementar terus? Apa
7:44
kau sakit? Aku belikan obat ya.
7:49
Salahmu yang mencariku. Kalau bukan
7:50
karamu yang membongkar masalah itu.
7:52
Kalau bukan karenamu, suruh aku minta
7:53
maaf ke Reza. Ini bukan salahku. Ini
7:55
bukan salahku. Bukan salahku. Ini semua
7:58
salahmu. Kau harus mati. Lepaskan aku.
8:01
Salahmu, Henita. Aku Elika, teman
8:04
baikmu. Kau harus mati semua salahmu.
8:09
Sakit sekali,
8:11
kau lihat jelas-jelas. Aku Elika.
8:14
Kau bukan Tere.
8:18
[Musik]
8:21
Halo.
8:24
Apa? Ternyata benar-benar dia yang
8:26
perintahkan.
8:28
[Musik]
8:30
Oke, aku paham. Selanjutnya biar aku
8:32
yang urus. Kau suruh orang-orangmu
8:34
kembali dulu.
8:39
Tunggu, aku mau bicara denganmu. Aku
8:43
kita berdua apa? Urusan apa? Kau wanita
8:45
yang merebut cinta dengan pisau. Orang
8:47
jujur tidak bicara berbelit-belit. Aku
8:48
juga tidak mau basa-basi denganmu
8:50
mengenai orang yang mengancam Reza. Itu
8:52
ulahmu kan? Kau ini jangan asal tuduh.
8:55
Aku tidak pernah melakukan hal seperti
8:57
itu. Kenapa kau bicara begitu? Di
8:58
tanganku ada bukti yang diproses dari
9:01
tim terbaik bisa diajukan langsung ke
9:03
polisi. Meskipun tidak menyebabkan
9:06
kerusakan substansial, tapi beri Anda
9:09
hukuman putus sekolah masih bisa
9:11
dilakukan. Terus kau mau bagaimana?
9:13
Mudah saja. Kau pergi dan minta maaf
9:16
secara langsung ke Reza. Aku tidak akan
9:18
permasalahkan lagi hal ini. Kalau tidak,
9:20
aku tidak keberatan mengungkapkan ke
9:22
semua orang tentang kebenaran ini. Aku
9:24
rasa kau tidak mau melihat akhir begini,
9:27
kan? Jangan mimpi. Suruh aku minta maaf
9:29
padanya. Jangan harap. Pergi minta maaf
9:32
sekarang juga. Tidak mungkin. Tidak
9:34
mungkin aku minta maaf padanya. Harus
9:35
minta maaf padanya. Ma pun aku tidak
9:36
akan biarkan itu terjadi.
9:39
[Musik]
9:46
Tidak, tidak. Itu semua salahnya
9:49
sendiri. Kalau bukan dia sendiri yang
9:51
maju menyerangku, aku juga tidak akan.
9:55
Hal ini tidak bisa salahkan aku. Kalau
9:57
bukan mereka memaksaku sampai tidak ada
9:59
pilihan. Semua tidak akan jadi begini.
10:02
Tapi itu sudah terjadi.
10:04
Menurutku. Menurutku lebih baik cepat
10:07
serahkan diri. Serahkan diri? Jangan
10:09
harap aku serahkan diri. Aku sama sekali
10:11
tidak mau masuk penjara. Aku masih punya
10:13
masa depan. Bagaimana bisa aku masuk ke
10:16
penjara karena orang seperti ini? Cuma
10:18
karena hal kecil begini. Tidak.
10:21
Tapi, tapi sudah seperti ini. Kita tidak
10:24
mungkin cuma diam saja. Di mana kalian
10:27
berkonflik? Cepat beritahu aku. Semakin
10:29
detail semakin baik. Aku tidak akan
10:30
menyakitimu. Waktu cepat katakan nanti
10:33
bisa tidak keburuh. Kejadiannya waktu
10:37
tengah malam. Waktu itu aku baru selesai
10:40
belajar. Waktu itu di sekitar sangat
10:43
gelap juga tidak ada orang. Jalan yang
10:46
aku lalui juga tidak ada CCTV. Jadi
10:48
waktu kau pergi, apa ada lapor polisi?
10:50
Apa ada panggil ambulans? Aduh, cepat
10:53
bilang aku cuma setengah mati. Tidak,
10:57
tidak sama sekali. Tapi tunggu sebentar.
10:59
Sekarang kita harus selamatkan dia. Aku
11:01
telepon ambulans sudah terlambat. Dengan
11:03
luka seperti itu, dia pasti sudah mati
11:06
sekarang. Elika, hal ini cuma Tuhan, kau
11:11
dan aku yang tahu. Ingat, selama dia
11:14
tidak bangun, kita pura-pura tidak tahu
11:17
saja. Kita masih murid baik-baik. Paham
11:20
tidak?
11:21
Tapi, tapi kau masih mau bisa jadian
11:24
dengan Reza kan? Apa kau kira dia mau
11:27
menerima kau yang begini? Hah?
11:32
Oke,
11:34
aku turuti perkataanmu.
11:38
[Musik]
11:41
Dokter, bagaimana? Maaf, karena terlalu
11:45
lama diantar, kami sudah mengusahakan
11:46
yang terbaik, tapi masih tidak bisa
11:47
melawan kehendak Tuhan. Turut
11:49
berdukaita.
11:50
Tidak mungkin, dokter, itu sama sekali
11:53
tidak mungkin.
11:58
Dokter, apa benar tidak ada kesempatan
11:59
kami barusan sudah membayar semua biaya.
12:01
Bisa tidak coba usahakan lagi? Aku mohon
12:03
tidak bisa. Mobil itu terlalu ngebut.
12:06
Kalau diantar telat, bisa-bisa dia di
12:08
jalan juga sudah tiada. Kami sudah
12:10
berusaha sebaik mungkin. Beritahu
12:11
keluarga sesegera mungkin selesaikan
12:13
urusan pemakaman.
12:15
[Musik]
12:29
Reza, kau
12:32
kau keluar dulu. Aku aku ingin sendirian
12:35
dulu.
12:40
[Musik]
12:48
[Musik]
13:08
Aku belum menyatakan perasaan padamu.
13:11
Kita berdua belum resmi jadian.
13:16
Kenapa kau pergi?
13:18
Kau bisa begitu tiba-tiba
13:21
bahkan sama sekali tidak memberiku
13:23
kesempatan menyampaikan satu kalimat
13:25
pun.
13:26
Peringatan. Perubahan suasana hati yang
13:28
berlebihan mudah menimbulkan beban
13:30
tubuh. Tolong tenangkan suasana hati
13:32
secepatnya. Peringatan.
13:34
Sistem.
13:35
Lebih baik diam kau.
13:38
Bukannya kau sangat berguna. Hah? Sini
13:41
keluar bantu.
13:45
Tuan dapat menggunakan fitur memutar
13:46
waktu. Kembali ke masa lalu untuk
13:48
mengubah masa depan. Tapi bayarannya
13:50
adalah bilang sistem selamanya. Apa tuan
13:52
mau menukarnya?
13:55
[Musik]
13:59
tukar
14:02
aku. Aku bersedia
14:06
aku bersedia menukarnya. Tolong
14:07
selamatkan dia. Aku bersedia.
14:11
Aku bersedia.
14:16
Jangan takut. Sebentar lagi kau akan
14:18
kembali.
14:19
Kerja sama yang menyenangkan. Berikut
14:20
hadiah kecil dari sistem. Jawaban dari
14:23
pertanyaan tuan. Penyebab sebenarnya
14:24
kematian Tere karena Henita tidak
14:26
sengaja mendorongnya dan meninggal,
14:29
mencari saksi di dekatnya dan bukti yang
14:31
tersedia. Semua selesai. Tidak ada sakti
14:33
di tempat kejadian. Secara otomatis
14:35
menukarkan kejahatan untuk dibalas
14:36
dengan kejahatan secara otomatis efektif
14:38
setelah kembali ke masa lalu.
14:42
[Musik]
14:53
[Musik]
14:56
Ah,
14:58
tiba-tiba hujan deras sekali. Untung
15:01
saja aku tidak kpal. Kalau sekarang lari
15:03
pastinya langsung basa kuyuk,
15:06
Dodi.
15:08
Aduh, teman-teman aku benar-benar minta
15:10
maaf. Pacarku datang. Aku mau temani dia
15:13
makan. Aku pergi dulu, ya. Bye bye, Bro.
15:14
Eh, Dodi tidak setia sekali, ya. Hah. Ya
15:17
sudah, yang lajang seperti kita lebih
15:20
baik menunggu hujan berhenti saja. Kalau
15:22
kau lari sekarang, yang ada nanti sakit.
15:24
Pasti harus menginap di UKS. Hah? Eh,
15:27
Bro. Sejak kau putus dengan Elika, kok
15:30
kau tiba-tiba pikirannya berubah sekali
15:33
ya? Ah, itu disebut gaya. Kau tidak
15:36
paham? Hah? Seandainya saat ini ada
15:39
sistem, jangankan tukar mobil spot,
15:43
tukar ping setidaknya boleh,
15:45
Tuan, siapa bilang aku tidak ada?
15:48
Waduh, sejak kapan kau kembali? Hah? Eh,
15:52
Reza. E, tidak, tidak apa-apa.
15:56
Sebenarnya apa yang terjadi? Hah?
15:58
Tindakan tua terdeteksi untuk
15:59
menyelamatkan orang. Menilai dari
16:01
perilaku baik tua berhak lulus ujian.
16:03
Seluruh hadiah tuan dikembalikan dua
16:05
kali lipat. Peningkatan fungsi sistem
16:07
secara menyeluruh. Pemasangan ulang.
16:08
Selanjutnya sistem akan berikan hadiah
16:10
jumpa kembali. Silakan dilihat.
16:12
Elika, apa itu mantan pacarmu?
16:16
Kami putus dengan damai. Sudah lama
16:19
tidak berhubungan. Aku yang salah
16:21
padanya.
16:24
Kau henay,
16:26
[Musik]
16:29
kau hen sekarang setelah penyelidikan
16:31
kami, kau terlibat kasus penipuan.
16:32
Jumlahnya sudah mencapai standar pidana.
16:34
Prosedur penangkapanmu dimulai.
16:36
Apa
16:38
itu? Bukan aku. Aku cuma mengobrol
16:40
dengan mereka. Mereka sendiri yang
16:42
bersedia berikan padaku. Kalian tidak
16:43
boleh menangkapku.
16:44
Kalau ada yang mau dikatakan, nanti baru
16:45
dikatakan. Bawa pergi. Alika. Oh,
16:49
Henita, Henita, Henita, kau Reza. Aku
16:53
tahu dulu itu aku yang menyakitimu. Tapi
16:56
aku berjanji aku pasti akan membalasmu
16:58
dengan kesalahan Henita juga. Hanita,
17:02
lupakan saja. Hujan ini tidak akan
17:05
berhenti.
17:08
Lebih baik pergi makan.
17:10
Hai, teman. Kau pernah bilang kalau
17:12
kehujanan bisa sakit? Kenapa bisa lupa
17:14
sendiri?
17:22
Siapa bilang aku?
17:29
Hai,
17:30
apa kau siang ini ada waktu kita
17:34
makan siang bersama? Bagaimana?
17:39
Ayo kita pergi.
17:41
[Musik]
17:45
Yeah.
17:51
[Musik]
#Online Media
#TV & Video
#Online Video

