0:04
kenapa aku belum pernah mendengar nama
0:06
Kakak? Pria ini jangan-jangan dari
0:09
kelompok aktor bayaran mana? Sejak kapan
0:14
Jangan sembarangan, Zain. Keluarga
0:16
Safari ini keluarga ternama, bukan
0:19
Keluarga Safari? Keluarga Safari yang
0:21
Tentu saja keluarga Safari yang paling
0:24
ternama. Apa jangan-jangan keluarga
0:26
Safari dari Imperal Kapital? Ayahmu
0:28
Simon Safari. Tidak, bukan
0:41
masa sih? Kenapa aku tidak pernah dengar
0:45
kakak membahasmu? Ah, itu mungkin karena
0:49
kakakmu terlalu low profile.
0:55
Kalian lihat screen saverku itu foto aku
0:59
dan kakekku. Nah, nah,
1:07
ternyata benar Simon Safari.
1:11
Ah, well done. Silakan cepat duduk.
1:14
Oh, iya iya. Vika, lihat dirimu.
1:17
Bukannya kasih kursi untuk dia duduk.
1:23
Kakeknya adalah orang terkaya. Bagaimana
1:36
kenapa kau berdiri di sini tidak masuk?
1:39
Nah, jangan tanya deh. Tidak tahu itu
1:41
datang cucu orang kaya dari mana mau
1:43
merebut wanita denganku.
1:46
Siapa? Kayaknya sih namanya Wan Safari.
1:49
Katanya orang keluarga Safari ini.
1:54
Pak Febrio, kau sedang bercanda ya? Dia
1:57
si Weldan itu cuma seorang satpam
1:59
merendahan. Sejak kapan jadi cucu orang
2:08
Ternyata begitu, Ruben. Kau kali ini
2:11
benar-benar membantuku.
2:14
Satpam bodo ini berani sekali pura-pura
2:17
jadi cuci orang terkaya. H.
2:19
Dan dia barusan datang pakai seragam
2:21
satpam. Bajunya pasti masih ada di ruang
2:23
ganti. Biar aku cari.
2:29
Aku bakal bongkar penyamaranmu.
2:38
Eh, itu apa, Tuan Weld? Aku lama
2:41
mendengarmu. Ayo, aku berselang untukmu,
2:43
Febrio. Aku tahu kau selalu menyukai
2:46
Vika. Tapi Vika sekarang sudah ada
2:53
Tenang saja, Nenek. Tidak malu kalau
2:55
kalah sama orang kaya. Tapi itu kalau
3:00
apa maksudnya? Gawat dia ini apa tahu
3:05
Eh, Tuan Weldan, aku perkenalkan
3:08
seseorang padamu. Pasti kau tahu, Ruben
3:10
Cindy, kenapa tidak ke sini?
3:18
Halo, nenek. Aku ucapkan selamat ulang
3:23
Tuan. Well done. Apa jangan-jangan kau
3:26
tidak ingat aku? Aku ini Ruben Damar.
3:31
Sepertinya Nonavika belum mengenalku.
3:34
Aku dan keluarga Bastari ada banyak
3:36
kerja sama. Nenek juga tahu itu kan.
3:38
Selain itu, keluarga kami tinggal di
3:43
Aku tidak peduli rumahmu di mana.
3:45
Sebenarnya kau mau bilang apa?
3:47
Aku mau bilang, Tuan Weldan kemarin
3:51
masih menjaga gerbang pintu villa.
3:53
Kenapa sehari tidak bertemu langsung
3:55
berubah jadi pewaris orang terkaya
4:05
Lelucon. Ahli waris keluarga safaria
4:07
bermartabat. Mana mungkin jadi satpam
4:11
Aku juga merasa aneh sekali. Ini
4:14
sebenarnya apa yang terjadi? Aduh, jujur
4:18
saja tadi malam aku sebenarnya sudah
4:20
bertemu dengan Tuan Weldan. Dia waktu
4:22
itu memang pakai seragam satpam. Seorang
4:25
satpam sampah berpura-pura jadi ahli
4:27
waris, orang terkaya. Ini lelucon besar,
4:34
Vika. Sebenarnya apa yang terjadi? Aku
4:43
Ruben ya. Memang kau ini siapa? Berani
4:48
bicara begitu padaku. Apa katamu? Dan
4:51
kau juga. Kau itu memangnya siapa?
4:54
Berani meragukan identitasku? Kau
5:02
aku kasih muka malah kurang ajar.
5:08
Tidak disangka kemampuan aktingnya
5:11
ternyata begitu hebat.
5:16
maaf, Nenek. Hari ini ulang tahunmu, aku
5:20
awalnya tidak mau marah. Tapi mau
5:22
bagaimana lagi? Selalu ada orang tidak
5:24
tahu diri yang berani berteriak di sini.
5:28
Benar-benar minta maaf.
5:29
Aura yang seperti ini seharusnya benar.
5:32
Memang ahli waris orang terkaya.
5:33
Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
5:36
Anak ini aktingnya luar biasa. Hah. Tapi
5:39
ada satu hal yang kau tidak akan bisa
5:41
pura-pura. Haduh. Kalau begitu
5:44
sepertinya aku salah paham dengan Tuan
5:46
Weldan. Kira-kira hari ini ulang tahun
5:48
nenek sebagai pacar Vika, kau siapkan
5:52
hadiah ulang tahun apa untuk nenek?